Aku berusaha mencari, menyadari apa
yang terjadi pada diriku. Beberapa waktu ini, sering ku berjalan sendiri. Aku
memahami diriku sendiri. Hingga aku menangis merasakan sendiriku. Selain itu,
mungkin ini menjadi konsekwensi dari keadaanku. Keadaan diri dimana tidak semua
orang bisa menerima dan menghargai. Tapi aku anggap ini prosesku mencari
diriku. Kusadari orang lain hanya bisa melihatku secara dhohir, bagaimana
bathinku bicara bahkan meronta-ronta apa peduli orang.
Kuhapuskan perlahan-lahan setiap apa
yang menjadi beban didiriku. Pelan-pelan, sedikit demi sedikit, sembari menata
kekuatan tuk jalani hari dengan lebih baik.
Kupejamkan mata, sejujurnya aku tak
mengerti dimana aku sekarang berada. Namun aku masih bersyukur sebab aku masih
punya pedoman dan pegangan.
Ku pejamkan mata, kurasakan semua
yang ada didalam pikiran dan hati. Aku masih belum menemukan arti, namun aku
berusaha menata semuanya, tahap demi tahap agar menjadi lebih baik. Selama ini
aku terlalu banyak berjanji dan berujar pada diriku sendiri, tetapi tanpa aku
menyadari sebuah janji takkan terpenuhi jika aku tak berusaha tuk memenuhinya.
Kutarik nafas dalam-dalam, kucoba
mengeluarkan semua beban didalam diriku, aku mencoba mencari-cari perubahan
didalam diriku, aku perbaiki jika memang itu membebani sekitarku. Aku memang
harus menyadari bahwa aku hidup bersama nilai, norma, sistem, dan aku hidup
bersama orang lain, memang seharusnya aku pun bisa menjadi pribadi yang bisa
memberikan kenyamanan pada mereka, tanpa harus mengesampingkan kenyamananku
pada diriku sendiri. Semuga lekas
berarti...
Semarang, 03 Mei 2012