Suatu sore, duduk-duduk di samping sungai yang airnya
mengalir dari bendungan. Sedang menikmati arummanis yang tak sengaja dibelikan
sesaat aku bilang: aku ingin itu. Aku tak malu, meski usia kepala dua, aku
menikmati saja arummanis yang katanya adalah kesukaan anak-anak kecil. Meski
lama-lama lidahku gatal juga memakannya, tetapi untuk menghargai yang
membelikan ya aku berusaha habiskan.
Rindang, di bawah pohon, dipinggir kali, duduk-duduk di rerumputan.
Tiba-tiba ada yang menyebabkan aku harus pindah dari tempat itu. Tanpa permisi
–yaiyalah, masak orang gila bias permisi dulu- orang yang kuanggap mungkin tak
sewaras aku tiba-tiba menghampiri. Akh, terpaksa aku harus pergi meninggalkan
kenyamanan itu. Kejadian ini membuatku menyadari sesuatu. Ternyata orang waras
itu takut sama orang kurang waras.
Sebagai orang yang waras, sebagai orang yang masih bias
menjalankan pikirannya bertemu dengan kejadian seperti itu membuatku lebih
bersyukur. Ternyata, aku masih diberi kekuatan untuk memikirkan permasalahan
hidup dengan pikiran yang masih komplit. dan yang menyedihkan adalah, aku yang
menganggap diri sebagai orang waras harus mengalah dengan orang yang kuanggap
kurang waras. Akhirnya, aku menjauh pergi dari –orang- tempat itu.
Bicara tentang kurang waras, tiba-tiba ingat ungkapan yang
familiar banget. “Sumpah, gue gila karena cinta gue sama lue”. Haaa, sebegitu
dasyatnya yang namanya cinta. Sehingga orang rela bahkan mungkin tega membuat
dirinya tidak waras gara-gara cinta. Padahal jika kembali ke kejadian yang aku
alami tadi, justru aku menghindar dari orang yang kurang waras. jadi, kepada
orang yang rela gila karena cinta apakah juga harus dihindari. Yah, sebab
seperti itulah, orang yang tak bisa menggunakan pikirannya untuk berpikir
dengan baik –bukan kurang waras- bias melakukan hal-hal yang tak bisa kita
prediksi bahkan bisa berada diluar nalar kita. Ya, karena itu, dia tak bisa
berpikir.
Satu kelebihan luar biasa yang dimiliki oleh
orang waras, orang waras bisa berpura-pura menjadi orang kurang waras. tetapi
tidak bagi orang yang mungkin kurang waras, tak mudah untuk berpura-oura waras.
Beruntunglah kita yang masih diberi kesempurnaan berpikir, apa mungkin kita
ingin berpura-pura tidak waras karena cinta?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar