Jumat, 13 September 2013

Kapan Pun, Aku Bisa "Kurang Waras"



Suatu sore, duduk-duduk di samping sungai yang airnya mengalir dari bendungan. Sedang menikmati arummanis yang tak sengaja dibelikan sesaat aku bilang: aku ingin itu. Aku tak malu, meski usia kepala dua, aku menikmati saja arummanis yang katanya adalah kesukaan anak-anak kecil. Meski lama-lama lidahku gatal juga memakannya, tetapi untuk menghargai yang membelikan ya aku berusaha habiskan.
Rindang, di bawah pohon, dipinggir kali, duduk-duduk di rerumputan. Tiba-tiba ada yang menyebabkan aku harus pindah dari tempat itu. Tanpa permisi –yaiyalah, masak orang gila bias permisi dulu- orang yang kuanggap mungkin tak sewaras aku tiba-tiba menghampiri. Akh, terpaksa aku harus pergi meninggalkan kenyamanan itu. Kejadian ini membuatku menyadari sesuatu. Ternyata orang waras itu takut sama orang kurang waras.
Sebagai orang yang waras, sebagai orang yang masih bias menjalankan pikirannya bertemu dengan kejadian seperti itu membuatku lebih bersyukur. Ternyata, aku masih diberi kekuatan untuk memikirkan permasalahan hidup dengan pikiran yang masih komplit. dan yang menyedihkan adalah, aku yang menganggap diri sebagai orang waras harus mengalah dengan orang yang kuanggap kurang waras. Akhirnya, aku menjauh pergi dari –orang- tempat itu.
Bicara tentang kurang waras, tiba-tiba ingat ungkapan yang familiar banget. “Sumpah, gue gila karena cinta gue sama lue”. Haaa, sebegitu dasyatnya yang namanya cinta. Sehingga orang rela bahkan mungkin tega membuat dirinya tidak waras gara-gara cinta. Padahal jika kembali ke kejadian yang aku alami tadi, justru aku menghindar dari orang yang kurang waras. jadi, kepada orang yang rela gila karena cinta apakah juga harus dihindari. Yah, sebab seperti itulah, orang yang tak bisa menggunakan pikirannya untuk berpikir dengan baik –bukan kurang waras- bias melakukan hal-hal yang tak bisa kita prediksi bahkan bisa berada diluar nalar kita. Ya, karena itu, dia tak bisa berpikir.
Satu kelebihan luar biasa yang dimiliki oleh orang waras, orang waras bisa berpura-pura menjadi orang kurang waras. tetapi tidak bagi orang yang mungkin kurang waras, tak mudah untuk berpura-oura waras. Beruntunglah kita yang masih diberi kesempurnaan berpikir, apa mungkin kita ingin berpura-pura tidak waras karena cinta?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar