Minggu, 15 September 2013

Tentang kau...




Ingin kuyakini cinta takkan berakhir, namun takdir menuliskan kita harus berakhir…
Penggalan dari sebuah sajak lagu yang cukup lama tak kudengarkan. Bukan sekali mengalami apa yang dituliskan dalam sajak lagu itu. Kesekian kalinya, tapi entah mengapa kali ini terasa amat sakit sekali. Meski sebenarnya aku tak ingin menyebutnya sebagai sakit. Tetapi, rasa itu selalu membuat tenggorokanku tercekat.  Rasa yang selalu tak mampu menahan airmataku. Bahkan untuk mendengar namanya saja hatiku bergetar semakin kencang. Apalagi untuk melihat wajahnya, segalanya tumpah ruah, luluh lantak membekas tapi aku tak mampu merapikan bekas yang berserakan itu. Barangkali -belum-.
 Hanya cinta yang bisa menaklukan dendam, hanya kasih sayang tulus menyentuh, hanya cinta yang bisa mendamaikan benci, hanya kasih saying tulus yang mampu menembus ruang dan waktu…
Aku sudah tak mampu mendevinisikan apa yang ada didalam hati ini, entah cinta, rindu, benci, semua melebur menjadi satu. Aku pun masih tak tahu apakah aku mempunyai hati apa tidak. Tapi, yang aku telah berprinsip, tak akan membenci siapapun, berusaha selalu mengambil sisi baik dan melakukan hal yang baik. Semoga.
Bukankah, cinta adalah damai dan kebaikan.
Kelak, jika kau mengingatku, ingat aku sebagai mimpi indah, ambil segala kebaikan dari mimpi indah itu. Mimpi indah yang memberikan warna yang berbeda dalam hidupmu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar