Sebuah catatan
“Jangan
menempatkan perempuan pada tempat yang nantinya menjadikan ia sebagai titik
kesalahan”*
Kadang, kita bersembunyi dibalik
kata-kata, hanya karena ingin orang lain menganggap kita baik-baik saja. Ya,
disaat kita terjatuh, barangkali tertimpa tangga pula. Kita merasa bahwa kita
adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Tetapi ini bukan akhir, kita
harus tetap melangkah, karena waktu tak pernah berhenti.
Aku bersembunyi pada kata-kata itu*,
karena mungkin aku hanya ingin meluapkan dan menyimpulkan tentang rasa di dalam
jiwa. Namun, terbesit harapan yang dalam bahwa kata-kata mampu memberikan
motivasi kepada orang lain, meskipun aku tak pernah lepas dari motivasi orang
lain hanya untuk menguatkan diriku sendiri.
Miris memang, ketika ada seorang
berkata oadaku bahwa Ia salut dengan kata-kataku yang memotivasi. Sedangkan aku
sendiri belum cukup mampu memotivasi diriku sendiri, bahkan sering membutuhkan
orang lain.
Jauh dari lubuk hati yang paling
dalam, aku hanya ingin orang lain menjaga hidupnya, menjadi orang yang lebih
beruntung daripada aku. Terlebih, ia dapat termotivasi hanya dari kata-kataku
yang sebenarnya aku sendiri sedang menguatkan diriku sendiri.
*Pada
alunan rintik hujan yang tak kunjung jua berhenti, semoga setiap rintiknya
adalah harap kebaikan bagi setiap manusia”…
Rabu,
12 Februari 2015
#Luff
Tidak ada komentar:
Posting Komentar