Sore
itu, Deru ombak kujumpai kembali
Menapaki
pasir halus yang basah oleh cipratan-cipratan samudra
Ada
harap dapat menangkap sinar kuning kejinggaan
Namun
malah awan hitam menggantung disudut-sudut bumi
Kilatan
cahaya pun menyambar diantaranya
Rindu
biru sebiru lautan berubah menjadi awan gelap menyelimuti
Keterpakuanku
membuat kita terombang ambing oleh tamparan angin
Berlari
melawannya dan hanya bisa berpasrah kepadaNya
Kutelangkupkan
tanganku ditubuh kecilmu yang gemetar
Kita
berada ditengah badai yang mencekam hitam pekat
Tanganmu
meraih pundakku dan tersadar aku melewati badai bersamamu
Tangis
ketakutanku pecah, namun kau masih membisu
Bersamamu, 28-10-2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar