Minggu, 12 Februari 2012

Melewati Badai



Sore itu, Deru ombak kujumpai kembali
Menapaki pasir halus yang basah oleh cipratan-cipratan samudra
Ada harap dapat menangkap sinar kuning kejinggaan
Namun malah awan hitam menggantung disudut-sudut bumi
Kilatan cahaya pun menyambar diantaranya
Rindu biru sebiru lautan berubah menjadi awan gelap menyelimuti
Keterpakuanku membuat kita terombang ambing oleh tamparan angin
Berlari melawannya dan hanya bisa berpasrah kepadaNya
Kutelangkupkan tanganku ditubuh kecilmu yang gemetar
Kita berada ditengah badai yang mencekam hitam pekat
Tanganmu meraih pundakku dan tersadar aku melewati badai bersamamu
Tangis ketakutanku pecah, namun kau masih membisu

Bersamamu, 28-10-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar