Dibalik jendela bus kota. Rintik
rintik berjatuhan mengusap debu-debu yang melekat dikacanya. Sementara
daun-daun menunggu basah menyetubuhinya.
Akar-akar menjulang meraba-raba, harap langit mengobati dahaganya.
Kering. Bumi nampak ingin lekas
mengisap air. Menyusu kepada langit seperti bayi menangis yang menemukan puting
ibunya. Seperti bibir kita saat berciuman. Melumat habis rindu dan ingin,
dibalik harap.
Nampak indah pertemuan ini.
Setelah lama menunggu.Sedang musim tak lagi sesuai jadwal. Tak pasti ditebak
kapan ia datang.
Dibalik jendela bus kota,
sepasang mata menikmati potret itu. potret percembuan tanah oleh basah.
Semarang, Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar