Kamis, 07 Maret 2013

Rinai Hujan, di Balik Jendela Bus Kota



Dibalik jendela bus kota. Rintik rintik berjatuhan mengusap debu-debu yang melekat dikacanya. Sementara daun-daun  menunggu basah menyetubuhinya. Akar-akar menjulang meraba-raba, harap langit mengobati dahaganya.
Kering. Bumi nampak ingin lekas mengisap air. Menyusu kepada langit seperti bayi menangis yang menemukan puting ibunya. Seperti bibir kita saat berciuman. Melumat habis rindu dan ingin, dibalik harap.
Nampak indah pertemuan ini. Setelah lama menunggu.Sedang musim tak lagi sesuai jadwal. Tak pasti ditebak kapan ia datang.
Dibalik jendela bus kota, sepasang mata menikmati potret itu. potret percembuan tanah oleh basah.
Semarang, Oktober 2012  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar