Jumat, 21 Juni 2013

Sebuah Malam di Bulan Juni

Pada malam yang belum juga mempertemukan rindu. Biarlah garis awan-awan merangkaikan lukisan semesta. Merapatkan dari sudut ke sudut ujung langit. Sedang mulut kita saling merapalkan pada satu tanggal sakral. Terkelupas sedikit kulit ari diujung jari karena mawar yang berduri. Kepada parasnya anggrek yang tersisa di pinggir jalan itu, aku sematkan berjuta kata yang tertahan dikepala. Serta rasa yang lidahku belum juga mampu mencicipi pasti. Seperti Juni.

Semarang, 22-06-2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar