Sudah larut, tapi belum juga memejamkan mata. Alarm Handphoneku
kupasang tepat pukul 00.00. saat waktu malam berganti waktu pagi, meski
tanda-tanda perpisahan mereka belum juga nampak. Aku, masih saja gusar antara
memejamkan mata atau menunggu. Sesaat kemudian sempat aku terpejam, sebelum
akhirnya alarm itu membangunkanku. Yah, tepat ini tanggal 11 Juni 2013. Waktu
yang kutunggu tiba juga.
11 juni
2013 tepat kau memulai usia 22 tahunmu. Entah kau mensakralkan atau tidak pada
tahun ini. sebelumnya aku telah menyiapkan kata-kata yang semoga benar-benar
memberi makna untukmu. “ Tak perlulah tanggal ini, tiap kali mengingatmu aku
selalu mensemogakan kau, tetapi tak apalah sesekali mensakralkan waktu, sebab
hidup pun perihal waktu, semoga kebaikan selalu menyelimuti langkah kau,
berharap kita”. Tepat pukul 00.07 aku kirim sms itu kepadamu. Tak berapa lama,
muncul pesan di handphoneku, “Amin, terimakasih ya”, balasmu.
Begitulah,
ulang tahun menjadi momen untuk saling mendoakan, saling mengucap harapan, yang
terwakili dengan kata-kata. Pun, setiap sesuatu yang dianggap spesial seperti
ulang tahun, bisa dijadikan moment yang tepat untuk merenung, mensyukuri
tentang apa yang ada dalam diri ini. Dan aku yaqin, kau pasti telah mendoakan
dirimu sendiri.
Biarlah angin menerbangkan doa doa. Terangkai seperti
jajaran bintang di langit. Jika esok matahari kembali terbit, tak ada yang
patut terluput untuk disyukuri. Sekalipun itu rambut rambut yang rontok karena
kita sisiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar