Instrumen Hati
Air langit berjatuhan,
Menyajikan instrumen yang merangkai nada-nada
nina bobok untukku...
Dingin hadir,
Dingin hadir,
Mengkerutkan pembalut tulang,
Hingga memekarkan kelopak mata,
Dan lagi,
Dan lagi,
Bayangmu menyambut, dekat,
Sepertinya dipelupuk mata, bukan..
Lebih dekat lagi, Dimana?
Barangkali di Hati...
Sepertinya dipelupuk mata, bukan..
Lebih dekat lagi, Dimana?
Barangkali di Hati...
Semarang,
20 januari 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar