Selasa, 30 Juli 2013

Sebuah Tempat Yang Kusebut “Loteng"


            Beberapa tahun berbagi hidup di Ngaliyan, aku tiap hari harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer untuk mencapainya tanpa mempunyai tempat tetap disana seringkali bingung ketika tersuguhi waktu luang entah sedang menunggu kegiatan atau apa. Sejauh ini, seringkali hinggap dari kost temen satu ke yang satunya, sambil mencari kenyamananku disana. hehe. Meski nebeng tapi tetap mencari yang nyaman dan yang kusuka. 
            Nyaman bagiku adalah sepi, tak terlalu banyak keramaian, selain aku memang suka sunyi juga karena agar aku tak merasa sungkan dengan banyak teman yang lainnya. jadi, nyaman nebeng bagiku adalah ditempat kost teman yang tak terlalu banyak memuat orang apalagi kalau temanku sekamar sendiri tanpa ibu kost juga, duh lega sekali rasanya.
            Suatu ketika, entah karena satu tujuan aku menuju sebuah kost teman yang baru saja aku kenal sebab suatu malam aku dan dia akan menghadiri satu acara bersama. Haa, pertama kali dalam tiga tahun ini, aku menemukan kenyamanan yang benar-benar bisa lepas, disebuah tempat yang kusebut loteng. Sebuah kamar kecil lantai atas, dengan kicauan burung, -burung ciblek milik anak Mak Nyak (pemilik kost), serta sedikit anggrek yang belum berbungan di depan kamar. Sungguh, keasyikan yang selama ini kucari-cari.

            Entah, sejak kecil aku menyukai perihal alam, entah laut, pantai, gunung, awan, langit, bintang, bulan, sunset, sunrise. Dan di loteng dapat menemukan alam, angin yang bebas berhembus, awan yang dapat setiap waktu aku pandangi, juga malam yang kadang mengajakku menghitung bintang. Bersama seorang teman di Loteng, sempat aku nyeletuk, “kelak aku pengen buat rumah lantai 2 mbak, hahaha”, dia menjawab, “tiga aja sekalian, sunnah”, heuheu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar