Beberapa
tahun berbagi hidup di Ngaliyan, aku tiap hari harus menempuh jarak
berpuluh-puluh kilometer untuk mencapainya tanpa mempunyai tempat tetap disana
seringkali bingung ketika tersuguhi waktu luang entah sedang menunggu kegiatan
atau apa. Sejauh ini, seringkali hinggap dari kost temen satu ke yang satunya,
sambil mencari kenyamananku disana. hehe. Meski nebeng tapi tetap mencari yang
nyaman dan yang kusuka.
Nyaman
bagiku adalah sepi, tak terlalu banyak keramaian, selain aku memang suka sunyi
juga karena agar aku tak merasa sungkan dengan banyak teman yang lainnya. jadi,
nyaman nebeng bagiku adalah ditempat kost teman yang tak terlalu banyak memuat
orang apalagi kalau temanku sekamar sendiri tanpa ibu kost juga, duh lega
sekali rasanya.
Suatu
ketika, entah karena satu tujuan aku menuju sebuah kost teman yang baru saja
aku kenal sebab suatu malam aku dan dia akan menghadiri satu acara bersama.
Haa, pertama kali dalam tiga tahun ini, aku menemukan kenyamanan yang
benar-benar bisa lepas, disebuah tempat yang kusebut loteng. Sebuah kamar kecil
lantai atas, dengan kicauan burung, -burung ciblek milik anak Mak Nyak (pemilik
kost), serta sedikit anggrek yang belum berbungan di depan kamar. Sungguh,
keasyikan yang selama ini kucari-cari.
Entah,
sejak kecil aku menyukai perihal alam, entah laut, pantai, gunung, awan,
langit, bintang, bulan, sunset, sunrise. Dan di loteng dapat menemukan alam,
angin yang bebas berhembus, awan yang dapat setiap waktu aku pandangi, juga
malam yang kadang mengajakku menghitung bintang. Bersama seorang teman di
Loteng, sempat aku nyeletuk, “kelak aku pengen buat rumah lantai 2 mbak,
hahaha”, dia menjawab, “tiga aja sekalian, sunnah”, heuheu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar