Kamis, 08 Agustus 2013

Kataku Tentang Sederhana


            Sebagai orang yang tercampakkan (lagi). Aku masih selalu berusaha menepis benci yang kadang-kadang datang lebih sering daripada rindu. Aku pun tak segan membuka gambar-gambar yang kita abadikan saat cinta masih singgah erat lebih erat dari jantung kita. Meski kerelaan belum mengucur bersama derasnya airmata aku tetap berusaha perlahan mendamaikan diri. Meski gejolak dalam jiwa tak permisi saat datang. Seperti kau.
            Aku telah berjanji dengan diriku sendiri, tak akan membenci siapapun orang yang mendatangkan –barangkali disebut- sakit dalam diri ini. Meski aku membutuhkan waktu yang lebih lama dan terkesan lamban untuk bangkit. Tetapi aku selalu berusaha meyakinkan diri kalau aku baik-baik saja.
            Kau tahu, aku trauma sekali. Sampai-sampai nada dering pun mendatangkan perasaan dramatis. Setelah smsmu tertanggal 29 Mei pukul 22.00 malam itu aku tak pernah memberi nada dering di handphone hingga saat ini. Ada perasaan takut dan entah apa susah menjelaskannya saat mendengar nada dering di handphone.
            Kau tahu, kupikir aku memahamimu hingga dalam-dalamnya dirimu. Meski tak jarang egois merajai diriku. Dan entah, kadang aku berpikir, kau belum menyentuh sisi terdalam di diriku. Sebab, seselama ini, aku selalu mengiyakan apapun yang kau ucapkan, dan juga lakukan pun aku tak bisa merangkai kata-kata yang apik untuk menyalurkan apa yang kurasa didalam hatiku yang paling dalam.
            Tak apa, itu dulu. Satu hal yang aku sadari dan harus aku terima. Selama ini berjuang sekuat tenaga, pikiran dan hati, aku belum juga mampu dan bisa menjadi orang yang mencintaimu dengan baik.

            Dan sekarang, aku berusaha mencari sisi-sisi serta cara yang terbaik bagi seorang yang masih menyimpan rasa cinta. Kupikir, itu sederhana. Sesederhana doa yang selalu kulantunkan saat ku mengingatmu. Sedalam pengharapan agar kau selalu dalam kebaikan serta dilindungi disetiap jalan. Meski itu tak sesederhana pada hal yang kesebut (sakit).   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar