Beberapa
waktu berada di sekolah, memasuki kelas VII, VIII juga IX, mulai bisa
membedakan karakteristik dari setiap jenjang. Ternyata, betapa tarpaut setahun
saja telah mengalami perbedaan yang cukup signifikan dalam tingkah laku mereka.
Teringat diriku sendiri, seselama berjalan saat ini, bertambah usia, aku belum
menjumpai perubahan-perubahan yang signifikant yang aku rasakan, entah dari
orang yang mengamatiku –jika ada. Suatu peringatan bagiku juga, agar selalu
bercermin dan lebih memaknai di setiap langkah (semoga).
Di
sela-sela penjelasan yang kusampaikan di kelas IX, aku bertanya kepada mereka :
“Ada yang ingin ditanyakan?”, seorang siswi mengacungka jarinya, lantas
bertanya dengan malu-malu. “Iya, ingin bertanya tentang apa ?”, dengan
kata-kata yang terbata-bata ia menjelaskan pertanyaannya “Bu’, kalau lagi
puasa, terus ngliat yang aneh-aneh itu gimana Bu’, puasanya batal nggak Bu’?,
tanya siswi tersebut. Aku tersenyum, lantas berjalan mendekati –aku tak ingin
pertanyaan seperti itu dibahas dan dimengerti lebih banyak siswa- kulirihkan
suaraku, aku meminta ia menjelaskan apa maksud pertanyaan ia. “Gini Bu’, waktu
saya di warnet, saya nggak sengaja orang lagi gituan -entah yang dimaksud
gituan sampai seperti apa- lalu salah satu dari mereka menyisipkan uang dua
puluh ribu dikantongku Bu’, bagaimana
hukumnya puasaku Bu pada waktu itu, apakah jadi batal?, dan bagaimana hukum
uang itu Bu?”. Deggg, menusuk rasanya, sekecil ini harus mengerti hal yang
patutnya belum ia tahu. Aku semakin gusar, semakin gelisah, bagaimana kelak?,
bagaimana aku menjaga anak-anakku. Batinku sungguh tak tenang. Seperti
diingatkan oleh anak polos itu.
Bagaimana
bisa aku yang seperti ini memberikan nasihat kepada anak-anak, sedangkan aku
sendiri penuh kekurangan dan kesalahan. Sungguh, setiap kali aku harus
menasehati anak-anak, batinku malu sekali, seperti aku ditertawakan oleh diriku
sendiri. Tapi, terlepas dari gejolak di dalam diri ini, aku lupakan demi
anak-anak. aku seperti merasa sedikit menjadi orang tua, setiap nasihat yang
kau berikan adalah harapan dan doa-doa untuk mereka. Duh Gusti, aku malu sekali
rasanya.
Dalam Agustus 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar